POMOSDA sebagai tempat pembelajaran berbasis alam sekali lagi membuktikan bahwa lingkungan yang hijau dan asri dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dan menyenangkan. Dengan fasilitas yang lengkap, lahan yang luas, serta dukungan penuh dari berbagai pihak, POMOSDA terus berupaya memberikan pengalaman belajar yang inspiratif bagi berbagai kalangan, termasuk anak-anak usia dini. Kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan dan pertanian.
POMOSDA kembali menjadi pusat pembelajaran yang inspiratif dengan menghadirkan pengalaman edukatif yang tak terlupakan bagi anak-anak usia dini. Pada hari Kamis, 30 Januari 2025, lingkungan asri dan hijau POMOSDA menjadi tempat berlangsungnya kegiatan belajar luar ruangan yang menarik dan bermanfaat bagi lebih dari 200 siswa dan guru dari TK IT Darush Sholihin Bagbogo. Rombongan yang terdiri dari kelompok KB, TK A, dan TK B ini datang dengan semangat tinggi untuk memperkaya wawasan mereka melalui kegiatan bertema lingkungan dan pertanian. Kegiatan ini sejalan dengan pembelajaran P5 (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) yang bertujuan menanamkan budaya menanam sejak dini kepada anak-anak.
Sejak pukul 07.30 pagi, suasana di POMOSDA telah dipenuhi keceriaan dan antusiasme. Para siswa berkumpul di teras masjid, tempat mereka mendapat arahan awal sebelum memulai perjalanan edukatif mereka. Rombongan disambut oleh berbagai pihak yang turut serta dalam menyukseskan acara ini, di antaranya tim BKT, mahasiswa STT, santri SD, serta tim pertamanan POMOSDA yang dengan penuh semangat berperan sebagai pendamping dan pemandu bagi anak-anak. Para guru pendamping dari TK IT Darush Sholihin juga tampak tak kalah bersemangat, berharap agar anak-anak mendapatkan pengalaman yang berharga dan menyenangkan.
Kunjungan ini dimulai dengan sambutan dari Pak Puji, perwakilan dari BKT POMOSDA, yang memberikan penjelasan menarik mengenai pentingnya mengenal tanaman dan media tanam. Dalam penyampaiannya, beliau tidak hanya memaparkan teori tetapi juga memberikan tips praktis mengenai cara menanam yang baik dan benar. Materi yang disampaikan disusun sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh anak-anak, dengan pendekatan yang lebih interaktif dan menyenangkan. Dengan gaya penyampaian yang menarik, anak-anak tampak sangat antusias dan menunjukkan ketertarikan yang tinggi terhadap dunia tanaman.
Perwakilan dari TK IT Darush Sholihin Bagbogo juga turut memberikan sambutan, mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaan mereka bisa berkunjung ke POMOSDA. Mereka berharap kegiatan ini dapat menanamkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan sejak dini, serta mengajarkan anak-anak untuk lebih menghargai proses pertumbuhan tanaman.
Setelah sesi sambutan, anak-anak dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk memulai sesi fieldtrip mereka. Siswa Kelompok Bermain (KB) diajak untuk menjelajahi area pertamanan SD POMOSDA, di mana mereka dapat melihat beragam jenis tanaman dan belajar mengenali bentuk serta tekstur daun dan batang. Sementara itu, siswa TK A dan TK B berkeliling ke beberapa lokasi lain, termasuk area tandon, kantor pusat, kebun, dan area pinggir sungai. Setiap lokasi menawarkan pengalaman belajar yang unik, di mana anak-anak didampingi oleh mahasiswa dan tim BKT yang siap memberikan penjelasan menarik mengenai berbagai jenis tanaman, metode menanam, serta manfaat dari tumbuhan yang mereka temui.
Keceriaan terpancar dari wajah anak-anak saat mereka berinteraksi langsung dengan tanaman. Mereka belajar bagaimana menyentuh dan mengenali berbagai jenis daun, mengamati warna dan bentuknya, serta memahami pentingnya air dan sinar matahari bagi pertumbuhan tanaman. Salah satu momen yang paling berkesan adalah ketika mereka diajak untuk mencoba menanam bibit sayuran secara langsung. Dengan tangan mungil mereka, anak-anak dengan hati-hati memasukkan bibit ke dalam tanah, menyiramnya, dan menutupinya dengan lembut. Pengalaman ini memberikan kesan mendalam dan memperkuat rasa ingin tahu mereka terhadap dunia pertanian.
Salah satu siswa yang sangat antusias, Reza, mengungkapkan kegembiraannya, "Suka banget yah karena seru bisa tahu nama tumbuhan, bisa jalan-jalan sama mbak-mbak, trus ditemenin main sama mbak Ani yang cantik." Pernyataan polos dan penuh kebahagiaan dari Reza menggambarkan betapa kegiatan ini memberikan pengalaman yang berkesan bagi anak-anak.
Tak hanya siswa, para guru pendamping pun merasakan manfaat besar dari kegiatan ini. Bu Belinda, salah satu guru dari TK IT Darush Sholihin, menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini, yaitu mengenalkan anak-anak pada berbagai jenis sayuran dan tanaman, telah tercapai dengan sangat baik. "Anak-anak enjoy dan senang bisa mengenal berbagai sayuran," ungkapnya. Ia juga menambahkan bahwa kegiatan seperti ini sangat baik untuk terus dilakukan secara berkala, agar anak-anak bisa semakin mengenal dan mencintai alam.
Selain memberikan pengalaman belajar yang menyenangkan, kegiatan ini juga memiliki dampak positif dalam menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan sejak usia dini. Anak-anak diajak untuk memahami bahwa menanam bukan hanya sekadar aktivitas, tetapi juga merupakan bagian dari tanggung jawab dalam merawat bumi. Dengan adanya pendampingan dari kakak-kakak mahasiswa dan tim BKT, anak-anak merasa nyaman dan lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
Bu Belinda juga menekankan pentingnya peran pendamping dalam keberhasilan kegiatan ini. "Pendampingan kakak-kakak lumayan bisa mengontrol anak-anak," tuturnya. Kehadiran pendamping yang sabar dan perhatian memastikan bahwa anak-anak dapat menikmati setiap sesi dengan aman dan nyaman, sekaligus mendapatkan pemahaman yang lebih baik.
POMOSDA sebagai tempat pembelajaran berbasis alam sekali lagi membuktikan bahwa lingkungan yang hijau dan asri dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dan menyenangkan. Dengan fasilitas yang lengkap, lahan yang luas, serta dukungan penuh dari berbagai pihak, POMOSDA terus berupaya memberikan pengalaman belajar yang inspiratif bagi berbagai kalangan, termasuk anak-anak usia dini. Kegiatan ini bukan hanya sekadar kunjungan, tetapi juga merupakan langkah nyata dalam membangun generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan dan pertanian.
Semoga kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan berkembang, sehingga semakin banyak anak-anak yang mendapatkan kesempatan untuk belajar, bermain, dan mencintai alam di lingkungan POMOSDA. Terima kasih kepada seluruh tim yang telah berperan dalam menyukseskan acara ini, sehingga setiap siswa dapat pulang dengan penuh kebahagiaan, pengalaman baru, dan semangat untuk terus belajar!