Di Pomosda, sebuah pondok pesantren yang berlandaskan nilai-nilai agama islam, negara dan budaya yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan serta sosial membekali para peserta didiknya dengan memiliki peran nyata dalam kehidupan sehari hari salah satunya program pemberdayaan dan budidaya, menanam tidak hanya tentang menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan karkter hamba yang rasional toleran dan kepedulian. Bagi mahasiswa yang berasrama, keterampilan di bidang tanam menanam bukan hanya pilihan, tetapi kewajiban.

MAHASISWA STT POMOSDA

Mahasiswa: Agen Perubahan dan Pembawa Masa Depan Bangsa

Di tengah hiruk pikuk perkuliahan dan dinamika kampus, mahasiswa tak hanya dituntut untuk menimba ilmu dan meraih gelar. Lebih dari itu, mereka menyandang peran krusial sebagai agen perubahan dan pembawa obor kemajuan bagi bangsa dan negara.

Mahasiswa, dengan pemikiran kritis dan idealisme yang membara, menjadi motor penggerak perubahan. Mereka berani menyuarakan aspirasi, memperjuangkan keadilan, dan mempelopori gerakan yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

Semangat inovasi dan kreativitas yang mengalir deras di dalam diri mereka menjadi pendorong terciptanya solusi-solusi baru untuk berbagai permasalahan bangsa. Mereka tak segan untuk menantang status quo dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah.

Di era globalisasi yang penuh tantangan ini, mahasiswa dituntut untuk melek teknologi dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Kemampuan mereka dalam menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi modal utama untuk bersaing di kancah internasional dan membawa harum nama bangsa di mata dunia.

Di Pomosda, sebuah pondok pesantren yang berlandaskan nilai-nilai agama islam, negara dan budaya yang menjunjung tinggi nilai ketuhanan serta sosial membekali para peserta didiknya dengan memiliki peran nyata dalam kehidupan sehari hari salah satunya program pemberdayaan dan budidaya, menanam tidak hanya tentang menumbuhkan tanaman, tetapi juga menumbuhkan karkter hamba yang rasional toleran dan kepedulian. Bagi mahasiswa yang berasrama, keterampilan di bidang tanam menanam bukan hanya pilihan, tetapi kewajiban.

Setiap civitas Pomosda, mulai dari anak-anak, santri, hingga yang sudah berumah tangga, didorong untuk memiliki jiwa pemberdayaan dan budidaya. Hal ini sejalan dengan petunjuk dari pimpinan untuk memakmurkan bumi-Nya.

Bagi mahasiswa berasrama, unit pelaksanaan teknis pertamanan menjadi salah satu tempat mereka mengasah keterampilan dan menumbuhkan empati. Di sini, mereka tidak hanya diajari tentang teknik tanam menanam, tetapi juga tentang pentingnya menjaga dan memelihara lingkungan.

Pertamanan bukan hanya tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga tempat membangun rasa cinta dan tanggung jawab terhadap alam. Mahasiswa diajak untuk memahami bagaimana tanaman tumbuh, bagaimana mereka membutuhkan air, sinar matahari, dan nutrisi, dan bagaimana mereka saling terhubung dalam ekosistem.

Melalui kegiatan menanam dan merawat tanaman, mahasiswa belajar untuk bersabar, tekun, dan bertanggung jawab. Mereka juga belajar untuk bekerja sama dan saling membantu dalam mencapai tujuan bersama.

Lebih dari itu, Bagi mahasiswa yang berasrama, pengalaman mereka semakin diperkaya dengan kewajiban untuk mengikuti kegiatan tanam menanam. Kegiatan ini bukan hanya bertujuan untuk menghasilkan tanaman organik yang bebas dari pupuk kimia dan pestisida, tetapi juga menumbuhkan jiwa pemberdayaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

UPT Pertamanan menjadi tempat bagi para mahasiswa berasrama untuk mengabdikan diri. Di sini, mereka tidak hanya belajar teknik menanam, namun juga membangun rasa empati dan kepedulian terhadap kelestarian alam. Keterlibatan mereka menghasilkan oase hijau yang menyejukkan mata, sekaligus menjadi pemasok kebutuhan dapur bagi civitas Pomosda.

Lebih dari itu, keahlian para mahasiswa di bidang tanaman organik dimanfaatkan untuk berbagi ilmu kepada para santri melalui kegiatan Vokasional Skill (VS). Dengan penuh semangat, mereka memandu para santri dalam praktik langsung, menghadirkan kolaborasi yang harmonis dan penuh keceriaan.

Kisah mahasiswa STT Pomosda ini menunjukkan bahwa mereka bukan hanya individu yang cerdas dan terampil dalam bidang teknologi, tetapi juga memiliki jiwa kepedulian dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Mereka tidak hanya fokus pada pembelajaran di kelas, tetapi juga aktif dalam berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi diri sendiri, lingkungan, dan masyarakat.

STT Pomosda patut berbangga memiliki mahasiswa-mahasiswa yang luar biasa ini. Mereka adalah generasi penerus bangsa yang siap berkontribusi untuk masa depan yang lebih hijau dan lestari.