Jadilah orang yang bermanfaat bagi sekitar dan teruslah berjuang untuk menegakkan keadilan
Pada tanggal 25 Februari 2025, kegiatan Jamaah SAE yang diadakan di Balairung SMA POMOSDA Nganjuk sukses terlaksana dengan penuh antusiasme. Kegiatan ini bertajuk "Jaksa Muncal Bab Hukum Dateng Santri Millenial" dan menjadi bagian dari program Kejaksaan Agung untuk mensosialisasikan pentingnya kesadaran hukum di kalangan generasi muda, terutama para santri. Sebagai generasi penerus bangsa, santri memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban sosial, dan kegiatan ini menjadi sarana untuk menumbuhkan pemahaman mereka tentang pentingnya hukum.
Kegiatan dimulai dengan sambutan yang hangat dari berbagai pihak yang turut mendukung acara ini. Tim Orkestra SMA POMOSDA memainkan lagu-lagu khas Nganjuk seperti Nganjuk Nyawiji, Anoman Obong, dan Tul Jaena, yang menyegarkan suasana dan menambah semangat para peserta. Setelah itu, pembukaan disampaikan oleh Ika Mauluddina S.H., M.H., Kepala Kejaksaan Negeri Nganjuk, serta Hendry Eko Aridonan S.Pd., M.Si., Kepala SMA POMOSDA. Kedua tokoh ini menyampaikan harapan agar kegiatan ini dapat membuka wawasan dan meningkatkan kesadaran hukum di kalangan santri, serta menjadikan mereka pribadi yang lebih bertanggung jawab dalam menjaga ketertiban.
Kegiatan berlanjut dengan penyampaian materi yang dilakukan dengan cara interaktif dan menarik. Dua materi utama yang dibahas dalam acara ini adalah:
- Pengenalan Kejaksaan
Peserta diberikan pemahaman mengenai tugas dan fungsi Kejaksaan, serta bagaimana institusi ini berperan penting dalam menjaga hukum di Indonesia. Materi ini juga membahas berbagai hal terkait Kejaksaan, seperti pengawasan terhadap pelaksanaan hukum, serta peran jaksa dalam menangani berbagai kasus kriminal. Salah satu topik penting yang disampaikan adalah mengenai berbagai bentuk kejahatan, seperti pencurian, korupsi, serta kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak dan remaja. - Edukasi Hukum tentang Kenakalan Remaja
Materi kedua membahas tentang kenakalan remaja yang banyak terjadi di kalangan generasi muda, seperti bullying, vandalisme, dan penyalahgunaan narkoba. Materi ini bertujuan untuk menyadarkan santri mengenai pentingnya menjaga perilaku dan mengetahui risiko hukum yang bisa terjadi akibat perbuatan tersebut. Dalam materi ini, dijelaskan pula tentang dampak negatif kenakalan remaja terhadap kesehatan mental dan fisik, serta bagaimana mencegahnya dengan membangun konsep diri yang baik dan menghormati orang lain.
Setelah kedua materi disampaikan, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang sangat antusias diikuti oleh para santri. Sebanyak 8 pertanyaan disampaikan oleh para santri kepada narasumber, yang kemudian dijawab dengan penuh penjelasan yang membuka cakrawala pemahaman mereka tentang pentingnya kesadaran hukum dalam kehidupan sehari-hari. Sesi ini juga memberikan kesempatan bagi para santri untuk lebih memahami topik yang belum jelas dan mendapatkan informasi tambahan mengenai peran hukum dalam kehidupan mereka.
Sebagai penutup acara, SMA POMOSDA memberikan cenderamata sebagai bentuk apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Nganjuk atas kontribusinya dalam kegiatan ini. Pemberian cenderamata ini menjadi simbol kerjasama yang baik antara institusi pendidikan dan pihak hukum untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib.
Salah satu peserta, Alif Mukhammad Qomarudin, berbagi kesan dan pesan yang sangat inspiratif. Alif menyampaikan bahwa dalam kehidupan ini, setiap orang wajib menaati peraturan untuk menjaga ketertiban dan keamanan. Ia mengutip kisah Garrett Augustus Morgan, penemu rambu lalu lintas, yang berperan besar dalam mengatur lalu lintas agar lebih aman. Alif juga menekankan pentingnya menjaga perilaku, terutama di kalangan anak muda, yang sering kali terjerumus dalam perilaku negatif seperti bullying, vandalisme, dan penyalahgunaan narkoba. “Lebih baik menjaga daripada merusak,” ujarnya, memberikan pesan yang dalam untuk tetap menjaga kedamaian dan ketertiban dalam hidup.
Pesan yang disampaikan Alif pun sangat dalam: “Jangan berhenti menjadi Jaksa, karena jasa kalian sangat dinanti saat keadaan tidak aman. Jadilah orang yang bermanfaat bagi sekitar dan teruslah berjuang untuk menegakkan keadilan.” Pesan ini mengingatkan kita akan peran penting jaksa dalam menjaga keadilan, serta betapa besar manfaatnya jika setiap individu berperan aktif dalam menjaga ketertiban hukum di masyarakat.
Kegiatan Jamaah SAE dengan tema "Jaksa Muncal Bab Hukum Dateng Santri Millenial" memberikan wawasan yang sangat penting bagi generasi muda, khususnya para santri, tentang peran hukum dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan para santri lebih memahami pentingnya kesadaran hukum dalam menghadapi tantangan di era digital, serta lebih bijak dalam berperilaku dan menghadapi persoalan hukum yang mungkin muncul dalam kehidupan mereka. Pendidikan tentang hukum yang dilakukan dengan cara interaktif seperti ini sangat penting untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kesadaran hukum di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan ini, para santri tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang hukum, tetapi juga diajak untuk berpikir kritis mengenai berbagai masalah sosial yang dihadapi oleh remaja, dan bagaimana hukum berperan dalam memberikan solusi. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan, memberi dampak positif bagi banyak orang, dan menciptakan generasi muda yang sadar hukum serta bertanggung jawab demi masa depan yang lebih baik.
Sebagai bagian dari perubahan positif ini, mari kita semua menjaga hukum dan ketertiban demi masa depan bangsa yang lebih baik. Kegiatan ini juga mengajarkan kita bahwa hukum bukan hanya alat penegakan aturan, tetapi juga instrumen untuk menciptakan keadilan dan kedamaian dalam masyarakat.