"Ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan, menantang, dan tak terlupakan. Saya belajar banyak tentang budaya, cara berpikir global, serta bagaimana membangun relasi internasional yang kuat," ungkap Dyah Liza.
Dyah Liza Fatimiyah, siswi SMA POMOSDA, yang berhasil lolos dalam seleksi ketat program ASEAN Youth Study yang diselenggarakan oleh Leaders.id. Dari ratusan peserta pelajar di seluruh Indonesia, Dyah Liza menjadi salah satu yang berhak mengikuti program pembelajaran lintas negara di tiga negara ASEAN, yakni Singapura, Malaysia, dan Thailand.
Program yang berlangsung selama lima hari, mulai 21 hingga 26 Februari 2025, bertujuan untuk memperkenalkan budaya, tradisi, serta sistem pendidikan di berbagai negara ASEAN melalui studi komparatif. Tidak hanya itu, para peserta juga mengikuti Focus Group Discussion (FGD) sebagai ajang berbagi ide dan pengalaman bersama pemuda dari berbagai latar belakang pendidikan, mulai dari SMA/SMK/MA hingga mahasiswa sarjana dan diploma dengan rentang usia 15 hingga 36 tahun.
Eksplorasi Ilmu dan Budaya di Tiga Negara
Perjalanan dimulai di Singapura, di mana Dyah Liza dan peserta lainnya mengunjungi National University of Singapore (NUS), salah satu universitas terbaik di dunia, serta ikon negara tersebut, Merlion Park.
Di Malaysia, peserta mengadakan FGD yang mempertemukan mereka dengan alumni Universitas Malaya yang telah memberikan kontribusi besar dalam didunia baik dalam akademik dan profesional Diskusi dan pengenalan sistem pendidikan menjadi pengalaman berharg. Selain itu, mereka menjelajahi berbagai tempat bersejarah dan ikonik seperti Menara Kembar Petronas, Putrajaya, dan Melaka yang sarat akan nilai budaya.
Perjalanan berlanjut ke Thailand, di mana peserta mengunjungi Sleeping Buddha yang terkenal, serta ASEAN Night Bazaar, sebuah pasar malam khas yang menghadirkan berbagai produk lokal dan kuliner autentik.
Meningkatkan Keterampilan dan Membangun Relasi Internasional
Mengikuti ASEAN Youth Study bukan hanya tentang perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan intelektual dan personal. Dyah Liza mengaku bahwa program ini benar-benar membantu dirinya dalam berpikir kritis, berkomunikasi dengan orang baru dan orang asing, serta menantang dirinya untuk keluar dari zona nyaman.
"Ini adalah pengalaman yang sangat menyenangkan, menantang, dan tak terlupakan. Saya belajar banyak tentang budaya, cara berpikir global, serta bagaimana membangun relasi internasional yang kuat," ungkap Dyah Liza.
Partisipasi Dyah Liza dalam program ini menjadi bukti bahwa generasi muda Indonesia, khususnya dari SMA POMOSDA, memiliki potensi besar untuk bersaing di kancah internasional. Semoga pengalaman ini menjadi inspirasi bagi siswa lain untuk terus mengembangkan diri dan berkontribusi bagi dunia.