“Apa yang dikembangkan Pak Kiai ini, sebenarnya beliau sedang membangun perkuatan ekonomi yang berbasis masyarakat. Yang mana Kopotren dapat menjadi agregator dan konsolidator dari usaha-usaha berbasis masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan konsep kami, yaitu menggunakan koperasi untuk mengkonsolidasi usaha-usaha kecil perorangan dalam skala ekonomi,” tutur Drs. Teten Masduki.

Drs. Teten Masduki

Pomosda.id , Nganjuk – Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang terdampak negatif dalam masa pandemi. Meskipun demikian, di sisi lain banyak pelaku usaha yang tetap mengembangkan usahanya.

Menteri Koperasi dan UKM Republik Indonesia  mendorong Koperasi Pondok Pesantren Taliati Jawatan (Kopotren) untuk mengembangkan produknya. Serta membangun perkuatan ekonomi berbasis masyarakat. 

Hal ini terungkap pada saat diwawancarai usai kunjungannya di Pomosda Nganjuk, Jawa Timur, Jumat (22/10).

“Apa yang dikembangkan Pak Kiai ini, sebenarnya beliau sedang membangun perkuatan ekonomi yang berbasis masyarakat. Yang mana Kopotren dapat menjadi agregator dan konsolidator dari usaha-usaha berbasis masyarakat.
Hal tersebut sejalan dengan konsep kami, yaitu menggunakan koperasi untuk mengkonsolidasi usaha-usaha kecil perorangan dalam skala ekonomi,” tutur Drs. Teten Masduki.

Sambil menikmati Akar Tanjung, yaitu salah satu produk unggulan dari kopotren Pomosda, MenKo UKM RI juga meninjau langsung beberapa ruang produksi yang ada di Pomosda, seperti ruang produksi akar tanjung, ruang produksi Beras Sehat Jawatan, mesin pengrajang empon-empon, oven simplisia, mesin bokasi, mesin pencacah janggel jagung, mesin pencacah rumput panchong, mesin pres limbang botol plastik, budidaya kambing dan dilanjutkan mengunjungi stand produk kreativitas santri dan pemberdayaan masyarakat.
Sejauh ini Kopotren Pomosda sudah banyak mengelola produk, baik yang dikelola oleh santri, alumni, wargo maupun masyarakat binaannya.

"Sebenarnya ini masuk pada peran atau kepemimpinan pesantren di bidang ekonomi. Yang mana, dapat menjadi vokasi pelatihan bagi para santri agarmenjadi SDM yang unggul, sehingga ketika mereka berkiprah di masyarakat, dapat menjadi nilai ekonomi bagi kesejahteraan lingkungan di sekitarnya," lanjut Pak Teten. 

Menurutnya, hal itu merupakan peran pondok pesantren dalam kegiatan koperasi atau UMKM, yang dapat mengembangkan berbagai sektor pendukung pembangunan negara. 

 Salah satunya yaitu sektor ekonomi.
 "Mari sama-sama kita bersinergi dan mengembangkan model bisnisnya. Ini bisa menjadi sinergi antar koperasi pesantren dan menjadi kekuatan besar pada sektor ekonomi," tandasnya.
 Kunjungan yang berlangsung penuh keramahan ini diharapkan menjadi sebuah semangat positif di masa pandemi. [Mitha]