"Orang-orang cerdas memiliki kemandirian berpikir, namun menjadi pendengar dan pemerhati yang baik walaupun informasi dan berita dari orang lain tidak berarti akan dijadikan dasar pijakannya," ungkap Bapak Kiai Tanjung.

Bapak Kiai Tanjung

Pomosda.id - Kejaksaan Negeri Kabupaten Nganjuk melakukan Program JAMAAH SAE - Jaksa Mucal Bab Hukum dateng Santri Milenial  yang bertajuk "Kenali Hukum dan Jauhi Hukuman" di pondok pesantren Pomosda Tanjunganom Nganjuk. (Kamis, 17/2/2022)

Acara tersebut diikuti oleh santri SMA dan mahasiswa STT Pomosda, yang bertempat di masjid Jami' Billah.

Bapak Kiai Tanjung selaku pimpinan, pangemong, pengasuh Pomosda saat sambutan mengungkapkan bahwa ketika menerima sesuatu niatnya untuk kebaikan, maka akan ada hikmah. Hikmah akan membawa manfaat dan faedah. Sehingga kita senantiasa terjaga dalam kesadaran bagaimana agar kehidupan berfaedah dan bermanfaat untuk banyak orang.

"Bagaimana untuk menjadi faedah? Hikmah dan kefaedahan adalah aktivitas kita akan menunjukkan semakin mempererat tali paseduluran, semakin kuat dan kokohnya kebersamaan dan kekeluargaan terwujud dalam perilaku empati dan berkepedulian. Orang-orang cerdas memiliki kemandirian berpikir, namun menjadi pendengar dan pemerhati yang baik walaupun informasi dan berita dari orang lain tidak berarti akan dijadikan dasar pijakannya," ungkap Bapak Kiai Tanjung.

Sementara itu, Kepala Kejari Kabupaten Nganjuk Nophy Tennophero Suoth, S.H., M.H. Mengungkapkan dalam sambutannya bahwa program kejaksaan masuk pesantren merupakan penyuluhan hukum untuk meningkatkan wawasan dan pengetahuan santri agar mengenali hukum dan menjauhi hukuman.

"Materi yang disampaikan terkait pengenalan tugas dan fungsi kejaksaan, pencegahan cyberbullying melalui media sosial atau media elektronik, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba," ungkapnya.

Sebelumnya, kejaksaan juga sudah melakukan penyuluhan keliling ke pondok pesantren se-Kabupaten Nganjuk untuk memberikan pemahaman tentang hukum kepada santri. Sehingga Kejaksaan berharap dengan adanya penyuluhan hukum santri dapat mengetahui tentang batasan-batasan yang harus dihindari agar tidak mendapatkan hukuman.

''Saya selaku Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Nganjuk merasa bangga dan sangat-sangat berterima kasih atas diterimanya kami di Pomosda dengan baik," pungkasnya. Semoga dengan program tersebut, terbentuk masyarakat yang sadar dan melek hukum.