"Seperti yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Pomosda Nganjuk yang diasuh oleh  Kiai Tanjung yang  berhasil menembus ekspor komoditas limbah janggel jagung ke Jepang. Dan bahkan sudah berjalan ke 45 kali ekspor. Maka hal ini tentu sudah menjadi proven (pembuktian) bahwa pesantren memiliki peluang yang besar. Kita berharap inovasi seperti ini bisa mendorong pesantren lainya untuk dapat ekspor," tandasnya.

Khofifah Indar Parawansa

Pomosda.id - Sebagai upaya pengembangan produk dalam melakukan pangsa pasar keluar negeri, Pomosda berhasil menembus ekspor limbah janggel jagung ke Jepang. Ekspor ini sudah berjalan ke 45 kali. Untuk itu, Pomosda yang tergabung dalam One Pesantren One Produk (OPOP) menjadi salah satu peserta pada acara OPOP Expo 2021 yang digelar di Icon Mall Gresik pada tanggal 26-28 November 2021 lalu.

Dalam acara tersebut, Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah Indar Parawansa menyaksikan seremoni virtual ekspor melalui pemutaran video pengiriman kontainer janggel jagung yang dilakukan oleh Pomosda untuk di kirim ke Negeri Sakura. 

Ibu Khofifah menyatakan bahwa OPOP Expo 2021 merupakan terobosan untuk mengenalkan sekaligus promosi produk pondok pesantren  agar dikenal masyarakat luas, sehingga dapat mendorong pesantren menjadi mandiri.

"Hal ini diharapkan akan menjadi embrio yang dapat menumbuhkan kemandirian ekonomi pesantren. Dibuktikan, saat ini produk yang sudah dicapai adalah 450 jenis, dan nantinya akan dikurasi menjadi 300 produk. Sehingga pada tahun 2023 diharapkan dapat mencapai 1000 produk," ucap Gubernur.

Demikian pun Khofifah juga mengungkapkan pondok pesantren memiliki potensi strategis,  pembuktian yang sudah dilakukan oleh pondok-pondok pesantren dalam menciptakan produk yang unggul menjadi peluang untuk semakin mengembangkan produknya ke pasar yang lebih luas, yaitu luar negeri. Dengan demikian membangun konektivitas adalah hal yang saat ini sangat penting untuk terus menerus di sinergikan. 

"Seperti yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Pomosda Nganjuk yang diasuh oleh  Kiai Tanjung yang  berhasil menembus ekspor komoditas limbah janggel jagung ke Jepang. Dan bahkan sudah berjalan ke 45 kali ekspor. Maka hal ini tentu sudah menjadi proven (pembuktian) bahwa pesantren memiliki peluang yang besar. Kita berharap inovasi seperti ini bisa mendorong pesantren lainya untuk dapat ekspor," tandasnya.