KUNJUNGAN FORKOPIMDA KAB. NGANJUK DI PESANTREN TANGGUH POMOSDA, NYAWIJI DALAM KEGIATAN KIAI TANJUNG

OPINI BAIK | 2020-09-20 17:44:21

KUNJUNGAN FORKOPIMDA KAB. NGANJUK DI PESANTREN TANGGUH POMOSDA, NYAWIJI DALAM KEGIATAN KIAI TANJUNG

Pomosda.id - Nganjuk. Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa (POMOSDA) kembali mendapat kunjungan dari jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Nganjuk pada hari Rabu (17/06/2020). Kunjungan tersebut dalam rangka persiapan New Normal yang akan diterapkan pada bulan Juli 2020, dengan penetapan POMOSDA sebagai Pesantren Tangguh di Wilayah Kabupaten Nganjuk.

 

Jajaran Forkopimda yang hadir dalam giat kunjung tersebut antara lain Bapak H. Novi Rahman Hidayat, S.Sos. MM. (Bupati Nganjuk), Bapak Dr. Drs. Marhaen Djumadi, SE. SH. MM. MBA. (Wakil Bupati Nganjuk), Bapak Mayor Inf. Moh. Samsul Hadi, S. Ag (Kasdim 0810/Nganjuk), Bapak Kompol Ki Ide Bagus Tri, S.Ik (Wakapolres Nganjuk), Bapak Nur Sholekan (Sekda Kab Nganjuk), Bapak Nafhan Tohawi, SH, MH (Kadinsos Kab Nganjuk), Bapak Drs. Gatut Sugiarto, M.Si (Kakankesbangpol) dan Forkopimcam Kecamatan Tanjunganom.

Kedatangan jajaran Forkopimda disambut sangat hangat oleh Bapak Kiai Tanjung, (sebelumnya dilakukan pengecekan suhu menggunakan thermo gun dan cuci tangan sebelum memasuki POMOSDA). Dalam sambutannya, Bapak Kiai Tanjung menyampaikan bahwa apa yang dilakukan Jatayu Pomosda dalam memanfaatkan lahan sela dengan tanaman-tanaman horti (sayur mayur), Toga (empon-empon dan rempah-rempah), perikanan (lele, nila, gurami) dan beberapa sumber karbohidrat (suweg, ketela rambat, singkong dsb) adalah bagian dari upaya memakmurkan BumiNya Allah dengan perilaku kesalehan dengan mempola aktivitas yang sudah seharusnya. Tidak untuk ujub—tidak untuk pamer agar diikuti, namun mendasar menerapkan perintah untuk memperhatikan apa-apa yang dimakan, apa-apa yang dimasukkan ke dalam tubuh. Sehingga bila telah menjadi rutinitas memperhatikan hal itu, maka pola hidup bersih, pola hidup sehat akan menjadi tatanan yang benar-benar sehat dan amanah.

Bapak H. Novi Rahman Hidayat, S.Sos. MM. (Bupati Nganjuk) dalam sambutannya menyampaikan. “Pemkab Nganjuk dalam waktu dekat akan melaksanakan kunjungan-kunjungan mempersiapkan Program Pesantren Tangguh dan Swalayan tangguh karena pada bulan Juli akan diberlakukan New Normal”. “Kegiatan-kegiatan yang telah dilakukan Bapak Kiai Tanjung, melalui segala hal yang telah jalankan oleh POMOSDA, sungguh bisa menjadi role model. Sangat baik dan luar biasa untuk bisa dicontoh oleh ponpes-ponpes lain di Kabupaten Nganjuk bahkan dapat pula diduplikasikan bagi masyarakat kecamatan, desa/kelurahan, RW, RT hingga unit keluarga”, imbuhnya.

 

Dalam kesempatan itu, setelah nonton bareng (nobar) video Pesantren Tangguh, jajaran Forkopimda berkesempatan mengunjungi pos ketahanan pangan. Pos ketahanan pangan yang dimaksud adalah tempat para ibu-ibu Fathimiyah mengolah umbi suweg yang telah dipanen dari binaan budidaya Pala Pendhem Pomosda. “Setelah dikupas, suweg dipotong dengan ukuran sesuai kebutuhan, selanjutnya dicuci dalam air mengalir kemudian dikukus dan dijemur di bawah terik matahari hingga kering selama 3-4 hari, selanjutnya disimpan. Suweg kering dapat diolah menjadi makanan pokok pengganti nasi”, jelas Bu Surono, salah satu tim ketahanan pangan. Tidak lupa jajaran Forkopimda berkesempatan mencicipi olahan ‘gathot’ dan ‘thiwul’ yang disajikan oleh tim.

Bapak Bupati Nganjuk sangat mengapresiasi keberadaan POMOSDA sebagai Pesantren Tangguh. POMOSDA sungguh mencontohkan ketangguhan berlapis-lapis. Produk-produk POMOSDA, seperti Marasake Kacang Hijau, Akar Tanjung, Beras Sehat, Coklat Kelor, Madu Sari Tanjung, Pupuk Organik Manutta Gold, Air Telaga Tanjung dengan pH lebih dari 8 sangat bagus untuk penetral keasaman tubuh adalah bukti nyata ketangguhan itu. Bapak Bupati memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada Bapak Kiai Tanjung yang telah meracik AKATTE, minuman sehat yang sangat berguna untuk imunitas tubuh dan meregenerasi sel.

 

POMOSDA sebagai Pesantren Tangguh mengantisipasi kondisi terburuk yang kemungkinan akan terjadi di lingkup pesantren terkena pandemi, bersinergi dengan pemerintah yang bersiaga bencana. Komponen Pesantren Tangguh Pomosda antara lain tersedianya satgas, tersedianya SDM evakuasi korban pandemi, tersedianya SDM pemakaman korban pandemi dan adanya manajemen pangan kampung/lumbung pangan yang menjalankam SOP PAM lingkungan, SOP Pemenuhan Kebutuhan Pangan, SOP Penerimaan Bantuan pada saat COVID, SOP Penanganan Warga terdampak COVID, Mekanisme Pendistribusian Pangan pada saat COVID, dan SOP Penanganan Kiriman Barang.

 

Sebagai informasi, POMOSDA masih membuka pendaftaran siswa/mahasiswa baru jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Perguruan Tinggi—Sekolah Tinggi Teknologi (STT). (@ADD)